"Pemimpin bangsa ini seolah semakin antipati terhadap rakyatnya"Minimnya pemimpin yang mampu mengorganisir bawahannya, dan mampu mengidentifikasi atau merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain telah menyebabkan kondisi bangsa Indonesia saat ini hampir sampai di titik kehancuran.
Psikolog
Universitas Islam Indonesia (UII) Bapak Sus Budiharto mengatakan "Anggota
dewan yang dipercaya sebagai wakil rakyat justru kontraproduktif dengan
melupakan jabatannya sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan".
